TUGAS
PRAKTIKUM KLIMATOLOGI
(KELAS
GANJIL)
“MACAM
MACAM ALAT KLIMATOLOGI”

\
TARWIN
D1
B5 12 001
JURUSAN
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN DAN ILMU LINGKUNGAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
ALAT-ALAT KLIMATOLOGI
Menentukan iklim suatu daerah diperlukan data yang telah
terkumpul lama, hasil dari pengukuran alat ukur khusus yang disebut
instrumentasi klimatologi. Instrumentasi tak jauh beda bahkan kadang sama
dengan instrumentasi meteorologi. Alat-alat ini harus tahan setiap waktu
terhadap pengaruh-pengaruh buruk cuaca sehingga ketelitiannya tidak berubah.
Pemeliharaan alat akan membuat ketelitian yang baik pula sehingga pengukuran
dapat dipercaya. Data yang terkumpul untuk iklim diperlukan waktu yang lama,
tak cukup satu tahun bahkan 10-30 tahun.
Pemasangan alat di tempat terbuka memerlukan persyaratan
tertentu tertentu agar tak salah ukur misalnya dipikirkan tentang halangan
berupa bangunan-bangunan dekat alat ataupun pepohonan. Alat-alat pengukur
memerlukan penetapan waktu tertentu mengikuti prosedur tertentu yang sama di
semua tempat. Maksudnya agar data dapat dibandingkan sehingga perbedaan data
bukanlah akibat kesalahan prosedur tapi betul-betul karena iklimnya berbeda.
Jadi perlu keseragaman dalam: peralatan, pemasangan alat, waktu pengamatan dan
pengumpulan data.
Alat-alat yang umum digunakan di stasiun klimatologi data
cuaca menghasilkan data yang makro. Alat-alat terbagi dua golongan, manual dan
otomatis (mempunyai perekam). Unsur-unsur iklim yang diukur adalah: radiasi
surya, suhu udara dan suhu tanah, kelembapan udara, curah hujan, evaporasi dan
angin.
A.RADIASI
Alat ukur
radiasi umumnya dua tipe:
1) pengukur
jumlah energi radiasi (Cal/cm2/waktu)
2) pengukur
lamanya penyinaran surya (jam).
1.Aktinograf
Berperekam atau otomatis mengukur
setiap saat pada siang hari radiasi surya yang jatuh ke alat. Sensor atau yang
peka bila kena sinar surya terdiri atas bimetal (dwilogam) berwarna hitam mudah
menyerap radiasi surya. Panas karena radiasi yang diserap ini membuat bimetal
melengkung. Besarnya lengkungan sebanding radiasi yang diterima sensor.
Lengkungan ini disampaikan secara mekanis ke jarum penulis di atas pias yang
berputar menurut waktu. Hasil rekaman sehari ini berbentuk grafik. Luas
grafik/integral dari grafik sebanding dengan jumlah radiasi surya yang
ditangkap oleh sensor selama sehari.
2.Gun Bellani
Prinsip alat adalah menangkap radiasi
pada benda berbentuk bola sensor. Panas yang timbul akan menguapkan zat cair
dalam bola hitam. Ruang uap zat cair berhubungan dengan tabung kondensasi. Uap
zat cair yang timbul akan dikondensasi dalam tabung berbentuk buret yang
berskala. Banyaknya air kondensasi sebanding dengan radiasi surya diterima oleh
sensor dalam sehari. Pengukuran dilakukan sekali dalam 24 jam, yaitu pada pagi
hari dibandingkan dengan alat yang pertama hasilnya lebih kasar.
3.Campbell
Stokes
Prinsip alat adalah pembakaran pias.
Panjang pias yang terbakar dinyatakan dalam jam. Alat ini mengukur lama
penyinaran surya. Hanya pada keadaan matahari terang saja pias terbakar,
sehingga yang terukur adalah lama penyinaran surya terang.
Pias ditaruh pada titik api bola lensa. Pembakaran pias
terlihat seperti garis lurus di bawah bola lensa. Kertas pias adalah kertas
khusus yang tak mudah terbakar kecuali pada titik api lensa.
Alat dipasang di tempat terbuka, tak ada halangan ke arah
Timur matahari terbit dan ke barat matahari terbenam. Kemiringan sumbu bola
lensa disesuaikan dengan letak lintang setempat. Posisi alat tak berubah
sepanjang waktu hanya pemakaian pias dapat diganti-ganti setiap hari. Ada 3
tipe pias yang digunakan pada alat yang sama:
* Pias waktu
matahari di ekuator
* Pias waktu matahari di utara
* Pias waktu matahari di selatan
* Pias waktu matahari di utara
* Pias waktu matahari di selatan
B.SUHU
Setiap benda yang perubahan bentuknya sebagai fungsi dari
suhu dapat digunakan sebagai thermometer. Perubahan bentuk ini akibat pemuaian
thermal. Pada umumnya yang dipakai dalam instrumen klimatologi adalah air raksa
dalam tabung kapiler gelas.
1.Termometer Maksimum
Ciri khas dari termometer ini adalah
terdapat penyempitan pada pipa kapiler di dekat reservoir. Air raksa dapat
melalui bagian yang sempit ini pada suhu naik dan pada suhu turun air raksa tak
bisa kembali ke reservoir, sehingga air raksa tetap berada posisi sama dengan
suhu tertinggi. Setelah dibaca posisi ujung air raksa tertinggi, air raksa
dapat dikembalikan ke reservoir dengan perlakuan khusus (diayun-ayunkan).
Termometer maksimum diletakkan pada posisi hampir mendatar, agar mudah terjadi
pemuaian . Pengamatan sekali dalam 24 jam.
2.Termometer minimum
Mengukur suhu udara ekstrim rendah. Zat
cair dalam kapiler gelas adalah alkohol yang bening. Pada bagian ujung atas
alkohol yang memuai atau menyusut terdapat indeks. Indeks ini hanya dapat
didorong ke bawah pada suhu rendah oleh tegangan permukaan bagian ujung kapiler
alkohol. Bila suhu naik alkohol memuai, indeks tetap menunjukkan posisi suhu
terendah.
Setelah ujung indeks yang dekat miniskus alkohol dibaca
dan dicatat, dengan perlakuan khusus indeks dikembalikan mendekati miniskus
alkohol. Posisi termometer pada waktu mengukur hampir sama dengan termometer
maksimum yaitu agak mendatar. Perlu diperhatikan bahwa kapiler alkohol harus
dalam keadaan bersambung, tidak boleh terputus-putus. Bila kapiler alkohol
terputus, termometer tidak boleh lagi dipakai sebagai alat pengukur suhu, harus
dibetulkan terlebih dahulu, Pengamatan sekali dalam 24 jam.
3.Termometer biasa
Mengukur suhu udara sesaat, zat cair
yang digunakan adalah air raksa. Umumnya termometer ini disebut termometer bola
kering yang dipasang berdampingan dengan termometer bola basah. Kedua
termometer ini dipasang dalam keadaan tegak. Semua termometer pengukur suhu
udara pada waktu pengukuran berada di dalam sangkar cuaca. Maksudnya adalah
termometer tidak dipengaruhi radiasi surya langsung maupun radiasi dari bumi.
Kemudian terlindung dari hujan ataupun angin kencang. Warna sangkar cuaca putih
menghindari penyerapan radiasi surya. Panas ini dapat mempengaruhi pengukuran
suhu udara.
4.Termometer tanah
Prinsipnya hampir sama dengan termometer
biasa, hanya bentuk dan panjangnya berbeda. Pengukuran suhu tanah lebih teliti
daripada suhu udara. Perubahannya lambat sesuai dengan sifat kerapatan tanah
yang lebih besar daripada udara.
Suhu tanah yang diukur umumnya pada kedalaman 5 cm, 10
cm, 20 cm, 50 cm dan 100 cm. Macam alat disesuaikan dengan kedalaman yang akan
diukur. Termometer tanah untuk kedalaman 50 cm dan 100 cm bentuknya berbeda
dengan kedalaman lain. Termometer berada dalam tabung gelas yang berisi
parafin, kemudian tabung diikat dengan rantai lalu diturunkan dalam selongsong
tabung logam ke dalam tanah sampai kedalaman 50 cm atau 100 cm. Pembacaan
dilakukan dengan mengangkat termometer dari dalam tabung logam, kemudian
dibaca. Adanya parafin memperlambat perubahan suhu ketika termometer terbaca di
udara. Termometer tanah pada kedua kedalaman ini bila meruapakan suatu kapiler
yang panjang dari mulai permukaan tanah, mudah sekali patah apabila tanah
bergerak turun atau pecah karena kekeringan.
C.KELEMBAPAN
Ada beberapa tipe dan prinsip kerja alat pengukur
kelembapan udara. Pada umumnya alat yang digunakan adalah psikrometer. Alat ini
terdiri dari dua termometer yang disebut termometer bola basah dan termometer
bola kering. Kelembapan udara sebanding dengan selisih kedua termometer yang
dapat dicari melalui tabel atau rumus. Alat pengukur kelembapan lain adalah
sensor rambut. Prinsipnya bila udara lembab rambut bertambah panjang dan udara
kering rambut menyusut. Perubahan panjang ini secara mekanis dapat ditransfer
ke jarum penunjuk pada skala antara 0 sampai 100 %. Alat pengukur kelembapan
udara tipe ini disebut higrometer.
1.Termohigrograf
Menggunakan prinsip dengan sensor
rambut untuk mengukur kelembapan udara dan menggunakan bimetal untuk sensor
suhu udara. Kedua sensor dihubungkan secara mekanis ke jarum penunjuk yang
merupakan pena penulis di atas kertas pias yang berputar menurut waktu. Alat
dapat mencatat suhu dan kelembapan setiap waktu secara otomatis pada pias.
Melalui suatu koreksi dengan psikrometer kelembapan udara dari saat ke saat
tertentu.
2.Psikrometer standar
Alat pengukur kelembapan udara terdiri
dari dua termometer bola basah dan bola kering. Pembasah termometer bola basah
harus dijaga agar jangan sampai kotor. Gantilah kain pembasah bila kotor atau
daya airnya telah berkurang. Dua minggu atau sebulan sekali perlu diganti,
tergantung cepatnya kotor. Musim kemarau pembasah cepat sekali kotor oleh debu.
Air pembasah harus bersih dan jernih. Pakailah air bebas ion atau aquades. Air
banyak mengandung mineral akan mengakibatkan terjadinya endapan garam pada
termometer bola basah dan mengganggu pengukuran. Waktu pembacaan terlebih
dahulu bacalah termometer bola kering kemudian termometer bola basah. Suhu
udara yang ditunjukkan termometer bola kering lebih mudah berubah daripada
termometer bola basah. Semua alat pengukur kelembapan udara ditaruh dalam
sangkar cuaca terlindung dari radiasi surya langsung atau radiasi bumi serta
hujan.
D.CURAH HUJAN
Alat pengukur hujan, mengukur tinggi hujan seolah-olah
air yang jatuh ke tanah menumpuk ke atas merupakan kolom air. Bila air yang
tertampung volumenya dibagi dengan luas corong penampung maka hasilnya dalah
tinggi. Satuan yang dipakai adalah milimeter (mm).
1.Penakar hujan
Hellman
Penakar hujan yang baku digunakan di
Indonesia adalah tipe observatorium. Semua alat penakar hujan yang beragam
bentuknya atau yang otomatis dibandingkan dengan alat penakar hujan otomatis
(OBS). Penakar hujan OBS adalah manual. Jumlah air hujan yang tertampung diukur
dengan gelas ukur yang telah dikonversi dalam satuan tinggi atau gelas ukur
yang kemudian dibagi sepuluh karena luas penampangnya adalah 100 cm sehingga
dihasilkan satuan mm. Pengamatan dilakukan sekali dalam 24 jam yaitu pada pagi
hari. Hujan yang diukur pada pagi hari adalah hujan kemarin bukan hari ini.
Alat ini merupakan penakar hujan
otomatis dengan tipe siphon. Bila air hujan terukur setinggi 10 mm, siphon
bekerja mengeluarkan air dari tabung penampungan dengan cepat, kemudian siap
mengukur lagi dan kemudian seterusnya. Di dalam penampung terdapat pelampung
yang dihubungkan dengan jarum pena penunjuk yang secara mekanis membuat garis
pada kertas pias posisi dari tinggi air hujan yang tertampung. Bentuk pias ada
dua macam, harian dan mingguan. Pada umumnya lebih baik menggunakan yang harian
agar garis yang dibuat pena tidak terlalu rapat ketika terjadi hujan lebat.
Banyak data dapat dianalisadari pias, tinggi hujan harian, waktu datangnya
hujan, derasnya hujan atau lebatnya hujan per satuan waktu.
2.Penakar hujan
Bendix

Penakar hujan otomatis, prinsip secara menimbang air hujan yang ditampung. Melalui cara mekanis timbangan ini ditransfer ke jarum petunjuk berpena di atas kertas pias.
3.Penakar hujan
Tilting Siphon
Prinsip alat, air hujan ditampung dalam
tabung penampung. Bila penampung penuh, tabung menjadi miring dan siphon mulai
bekerja megeluarkan air dari dalam tabung. Setiap pergerakan air dalam tabung
penampung tercatat pada pias sama seperti alat penakar hujan otomatis lainnya.
4.Penakar hujan
Tipping Bucket
Prinsip alat, air hujan ditampung pada
bejana yang berjungkit. Bila air mengisi bejana penampung yang setara dengan
tinggi hujan 0,5 mm akan berjungkit dan air dikeluarkan. Terdapat dua buah
bejana yang saling bergantian menampung air hujan. Tiap gerakan bejana
berjungkit secara mekanis tercapat pada pias atau menggerakkan counter
(penghitung). Jumlah hitungan dikalikan dengan 0,5 mm adalah tinggi hujan yang
terjadi. Curah hujan di bawah 0,5 mm tidak tercatat.
Semua alat
penakar hujan di atas harus diperhatikan penempatannya di lapangan terbuka
bebas dari halangan. Alat yang teliti dengan menempatkan yang salah akan
mengukur besaran yang salah pula. Alat yang otomatis, pemeliharaannya harus
lebih intensif. Keadaan alat baik yang manual ataupun yang otomatis harus
diperiksa dari kebocoran, saluran penampung yang tersumbat kotoran, tinta pena
jangan sampai kering dan jam pemutar silinder pias dalam keadaan berjalan
dengan baik.
Gambar.AnemometerAngin merupakan suatu vektor yang mempunyai besaran dan arah. Besaran yang dimaksud adalah kecepatannya sedang arahnya adalah darimana datangnya angin. Kecepatan angin dapat dihitung dari jelajah angin (cup counter anemometer) dibagi waktu (lamanya periode pengukuran). Ada alat pengukuran angin yang langsung mengukur kecepatannya. Jadi jarum penunjuk suatu kecepatan tertentu bila ada angin. Arah angin ditunjukkan oleh wind-vane yang dihubungkan dengan alat penunjuk arah mata angin atau dalam angka. Angka 360 derajat berarti ada angin dari utara, angka 90 ada angin dari timur demikian seterusnya.
Gambar.BarometerPerlu diperhatikan bahwa tidak ada angka nol, karena angka nol menandakan tak ada angin. Mengukur arah angin haruslah ada angin atau cup counter anemometer dalam keadaan bergerak. Sebagaimana alat lainnya pemasangan alat di lapang terbuka penting sekali karena mempengaruhi besaran yang akan diukur. Di lapangan terbuka tak ada pohon-pohonan tinggi alat dipasang 2 meter di atas tanah. Bila ada halangan, alat dipasang pada ketinggian 10 sampai 15 meter dari atas tanah. Waktu pengamatan tergantung dari data yang diinginkan. Bila data harian, pengamatan sekali dalam 24 jam untuk jelajah angin yaitu pada pagi hari.
Waktu pengamatan arah angin lebih dari sekali dalam 24 jam. Arah yang paling banyak ditunjuk dalam 24 jam merupakan arah rata-rata dalam hari tersebut.
Sensor yang menghubungkan dengan alat mencatat otomatis disebut anemograf. Alat ini mencatat kecepatan dan arah angin setiap saat pada kertas pias. Alat pencatat ini ada yang harian, mingguan ataupun bulanan.